"To be One of the best Management Schools in the ASEAN´s Region in 2020" and "World Class Faculty of Economics & Bussiness in 2026".

Home » FAQ

FAQ

Posted by Webmaster on 17/02/2010 - 11:40:31 of 1 Visitor

¥ Bagaimana pengertian SKS (Sistem Kredit Semester) dan kaitannya dengan beban kerja saya?
Satu SKS equivalen dengan 3 jam belajar per minggu, yang terdiri dari 1 jam kegiatan terjadwal, plus 1-2 jam kegiatan terstruktur yang direncanakan oleh dosen pengasuh mata kuliah bersangkutan (menyelesaikan tugas latihan/tugas pembuatan referat, menerjemahkan suatu artikel dan sebagainya),    1-2 jam kegiatan mandiri (membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas, dan sebagainya).

¥ Berapa SKS yang bisa saya ambil tiap semester?
Dibawah bimbingan dosen wali, mahasiswa mengisi Kartu Rencana Studi (KRS)  dan mengambil beban SKS per semester sesuai nilai IPK terakhirnya.
 

Rentang IPK Beban Studi semesteran yang boleh diambil
3,00 – 4,00 22 – 24 SKS
2,50 – 2,99 18 – 21 SKS
2,00 – 2,49 15 – 17 SKS
1,50 – 1,99 12 – 15 SKS
< 1,49     12 SKS


¥ Apa saja syarat-syarat yang harus saya penuhi untuk mengikuti ujian akhir?
Mahasiswa hanya diperkenankan ikut UAS bila memiliki tingkat kehadiran minimal 70% dari total kehadiran dosen, tidak telat lebih dari 15 menit saat UAS, dan berpakaian sesuai standar kesopanan kampus.

¥ Bagaimana komponen penilaian setiap mata kuliah? 
Umumnya, komponen nilai setiap mata kuliah terdiri nilai Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), praktika, nilai presentasi, dan tugas terstruktur. Persentase setiap komponen tersebut berbeda-beda bergantung pada kebijakan setiap dosen, namun komponen praktika (jika ada)  Jurusan menyarankan berkisar antara 20% hingga 25%.

¥ Bagaimana jika saya terbukti melakukan kecurangan pada saat UTS atau UAS? 
Mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan selama UTS atau UAS, dan dilaporkan dalam berita acara oleh pangawas ujian serta dijustifikasi oleh koordinator pengawas, akan diberi sanksi tegas, yaitu dinyatakan tidak lulus pada seluruh mata kuliah yang diambilnya pada semester tersebut oleh Pembantu Dekan I. Mahasiswa dapat mengupayakan mekanisme pembelaan di hadapan Pembantu Dekan I.

¥ Bagaimana jika saya berhalangan hadir pada UAS karena sakit?  Apakah saya berhak mendapat kesempatan ujian susulan?
Mahasiswa yang berhalangan ikut UAS karena sakit harus menyampaikan surat rawat inap, secara sendiri atau diwakili, kepada koordinator pengawas ujian dalam kurun waktu maksimal 3 hari setelah periode UAS. Koordinator pengawas akan memberi pertimbangan kepada Pembantu Dekan I mengenai bisa atau tidaknya sang mahasiswa mendapat kesempatan UAS susulan. Keputusan akhir akan dikeluarkan oleh Pembantu Dekan I.

¥ Bolehkah saya melihat berkas ujian saya atau melakukan complain jika tidak puas dengan hasil penilaian atau perolehan nilai? 
Mahasiswa diperkenankan untuk menghubungi dosen yang bersangkutan untuk mengklarifikasi nilai tersebut. Tapi jika nilai akhir telah diterbitkan, sangat kecil kemungkinan untuk bisa diubah, kecuali ada kesalahan mendasar pada proses penghitungan atau penulisan nilai. Koreksi hanya bisa dilakukan oleh dosen yang bersangkutan atas persetujuan Dekan c.q. Pembantu Dekan Bidang Akademik.

¥ Apa arti nilai T? Apa yang harus saya lakukan untuk mengganti nilai T? 
Mahasiswa diberi nilai T jika dianggap belum memenuhi salah satu komponen penilaian (belum menyerahkan tugas, atau belum mengikuti UTS/UAS). Nilai T akan berubah menjadi A, B, C, atau D jika mahasiswa ybs segera memenuhi komponen yang belum lengkap dalam kurun waktu 2 minggu setelah nilai diterbitkan, dan akan berubah menjadi E jika mahasiswa tersebut lalai memenuhi kelengkapan itu pada periode tersebut.

¥ Apa arti nilai K?
Mahasiswa diberi nilai K jika dianggap tidak memenuhi salah satu komponen penilaian (belum menyerahkan tugas, atau belum mengikuti UTS/UAS) akibat sakit atau kecelakaan yang memerlukan perawatan atau proses penyembuhan lama (yang dinyatakan dengan surat keterangan dari dokter spesialis atau rumah sakit yang merawatnya), atau akibat musibah keluarga yang mengharuskan mahasiswa tersebut meninggalkan kegiatan belajarnya dalam waktu lama.

¥ Apa yang harus saya lakukan untuk mengganti nilai K? 
Nilai K dapat berubah menjadi A,B,C,D atau E, setelah mahasiswa tsb menempuhnya pada kesempatan lain. Nilai K tidak akan diperhitungkan dalam perhitungan IPK.

¥ Apakah saya bisa memperbaiki nilai C,D,atau E? 
Mahasiswa boleh mengulang suatu mata kuliah untuk memperbaiki perolehan nilainya, tapi yang akan digunakan dalam perhitungan  IPK adalah huruf mutu yang diperoleh terakhir, bukan yang terbaik.

¥ Siapakah yang perlu saya hubungi jika saya menghadapi masalah non akademik? 
Mahasiswa dapat mengantisipasi atau mengatasi masalah non akademik-nya melalui konsultasi dengan tim Bimbingan dan Konseling (yang dipimpin oleh Pembantu Dekan III).

¥ Bagaimana jika IPK saya pada akhir semester II  berada di bawah level 2,00? 
Mahasiswa yang memiliki IPK di bawah 2,00 pada akhir semester II, akan diminta membuat surat pernyataan kesediaan untuk mengundurkan diri bila pada akhir semester masih memiliki IPK di bawah 2,00 dan/atau mengumpulkan SKS di bawah 48 SKS.

¥ Apakah  saya boleh mengajukan cuti akademik? 
Mahasiswa boleh mengajukan cuti dengan syarat lama cuti maksimal 2 semester dan atas seizin Rektor. Mahasiswa ybs wajib mengajukan surat permohonan cuti ke Dekan FE atas sepengetahuan dosen wali maksimum 2 minggu sebelum perkuliahan dimulai.

¥ Prosedur atau syarat apa saja yang harus saya penuhi untuk menjadi asisten praktika? 
Jika mahasiswa telah lulus 100 SKS, memperoleh minimal nilai A pada mata kuliah yang bersangkutan, dan memiliki IPK minimal 3,00.


¥ Kapan  saya boleh mulai mengerjakan skripsi? 
Mahasiswa boleh secara resmi mulai menempuh mata kuliah skripsi apabila sekurang-kurangnya telah menyelesaikan 132 SKS, telah menyelesaikan semua mata kuliah persyaratan skripsi,  memiliki kartu mahasiswa yang berlaku untuk semester bersangkutan, dan memiliki KRS yang mencantumkan skripsi sebagai salah satu mata kuliah yang diambil.

¥ Apa yang harus saya penuhi untuk bisa meraih gelar sarjana jurusan manajemen? 
Mahasiswa dinyatakan menyandang gelar sarjana sekaligus melepas status kemahasiswaannya setelah menyelesaikan 144 SKS, termasuk menuntaskan skripsi. Studi harus tuntas dalam waktu 14 semester, diluar semester cuti.

¥ Apa yang terjadi jika saya tidak menuntaskan studi dalam 14 semester diluar semester cuti? 
Mahasiswa yang belum lulus pada semester ke 15 (di luar semester cuti) akan dicabut status kemahasiswaannya (dropped out) oleh Rektor.